Perkembangan teknologi digital membuat cara konsumen mencari informasi tentang sebuah bisnis ikut berubah. Sebelum membeli produk atau menggunakan jasa, calon pelanggan kini terbiasa mencari informasi melalui Google, website, Instagram, TikTok, Facebook, hingga platform digital lainnya.
Kondisi tersebut membuat pemilik usaha sering menghadapi pertanyaan: website atau media sosial, mana yang lebih penting untuk bisnis?
Keduanya sebenarnya memiliki fungsi berbeda. Media sosial unggul untuk membangun interaksi dan menjangkau audiens, sedangkan website dapat menjadi pusat informasi sekaligus identitas resmi bisnis di internet.
Karena itu, daripada memilih salah satunya, memahami fungsi website dan media sosial akan membantu bisnis membangun strategi digital yang lebih efektif.
Media Sosial Efektif untuk Menjangkau Audiens
Media sosial menjadi salah satu sarana pemasaran yang relatif mudah digunakan. Bisnis dapat membuat akun, mengunggah produk, memberikan informasi promo, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga membuat konten tanpa harus membangun sistem sendiri.
Instagram dan TikTok, misalnya, sangat efektif untuk konten visual dan video pendek. Sementara platform lain dapat digunakan untuk membangun komunitas atau berkomunikasi langsung dengan pelanggan.
Keunggulan lain media sosial adalah kemampuannya menciptakan interaksi. Pelanggan dapat memberikan komentar, membagikan konten, mengirim pesan, atau mengikuti akun bisnis untuk mendapatkan informasi terbaru.
Namun, akun media sosial tetap berada di platform milik pihak lain. Pemilik bisnis harus mengikuti kebijakan, algoritma, fitur, dan perubahan yang ditentukan platform tersebut.
Jangkauan konten pun dapat berubah seiring perubahan algoritma.
Website Menjadi Pusat Informasi Bisnis
Berbeda dengan media sosial, website memberikan ruang yang jauh lebih fleksibel untuk mengatur informasi bisnis.
Perusahaan dapat memiliki halaman khusus seperti profil perusahaan, layanan, produk, portofolio, artikel, FAQ, alamat, hingga halaman kontak.
Contohnya, sebuah perusahaan jasa dapat menggunakan struktur:
Beranda → Tentang Kami → Layanan → Portofolio → Artikel → Kontak
Struktur tersebut memudahkan calon pelanggan memahami perusahaan dan layanan yang ditawarkan tanpa harus mencari informasi dari banyak unggahan media sosial.
Website juga memungkinkan bisnis menggunakan domain sendiri, misalnya: namabisnis.com
Domain tersebut dapat dicantumkan pada kartu nama, proposal, media sosial, Google Business Profile, iklan, maupun materi promosi lainnya.
Bagi perusahaan atau penyedia jasa, keberadaan website profesional juga dapat membantu memperkuat kredibilitas ketika calon klien melakukan pengecekan sebelum menghubungi perusahaan.
Website Bisa Membantu Bisnis Ditemukan di Google
Salah satu kelebihan website adalah peluang mendapatkan pengunjung melalui mesin pencari.
Misalnya, sebuah penyedia jasa pembuatan website mempunyai halaman yang membahas:
Jasa Pembuatan Website Company Profile
Kemudian terdapat artikel pendukung seperti:
Berapa Biaya Pembuatan Website Company Profile?
Berapa Lama Proses Pembuatan Website?
Apa Manfaat Website untuk Perusahaan?
Konten tersebut dapat dioptimalkan agar relevan dengan pencarian calon pelanggan.
Strategi ini dikenal sebagai Search Engine Optimization (SEO).
Berbeda dengan unggahan media sosial yang biasanya memiliki masa perhatian relatif singkat, artikel website yang masih relevan dapat terus ditemukan melalui pencarian dalam jangka panjang.
Meski demikian, memiliki website tidak otomatis membuat sebuah bisnis berada di peringkat pertama Google. Kualitas konten, struktur website, kecepatan, reputasi, persaingan keyword, dan berbagai faktor lain tetap berpengaruh.
Apakah Media Sosial Saja Sudah Cukup?
Untuk beberapa jenis usaha kecil, media sosial memang dapat menjadi titik awal yang praktis.
Misalnya bisnis kuliner rumahan dapat menggunakan Instagram atau TikTok untuk memperkenalkan produknya, kemudian mengarahkan pelanggan melakukan pemesanan melalui WhatsApp.
Namun ketika bisnis berkembang, kebutuhan informasinya biasanya semakin kompleks.
Bisnis mungkin perlu menampilkan profil perusahaan, katalog layanan, portofolio pekerjaan, daftar cabang, formulir permintaan penawaran, artikel, hingga informasi yang harus mudah ditemukan pelanggan.
Jika semuanya hanya disampaikan melalui posting media sosial, calon pelanggan harus menggulir banyak konten untuk menemukan informasi tertentu.
Website dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengelompokkan informasi berdasarkan halaman dan navigasi yang jelas.
Lalu, Apakah Website Bisa Menggantikan Media Sosial?
Tidak sepenuhnya.
Website mempunyai keunggulan sebagai pusat informasi, tetapi media sosial mempunyai kekuatan dalam distribusi konten dan interaksi.
Ketika perusahaan menerbitkan artikel baru di website, misalnya, artikel tersebut dapat dibagikan melalui Instagram, Facebook, LinkedIn, atau platform lainnya.
Pengguna yang tertarik kemudian diarahkan menuju website untuk membaca informasi lengkap.
Sebaliknya, pengunjung website juga dapat diarahkan menuju akun media sosial perusahaan untuk melihat aktivitas terbaru.
Dengan cara tersebut, website dan media sosial tidak saling menggantikan, tetapi saling mendukung.
Strategi Website dan Media Sosial untuk Bisnis
Strategi yang lebih efektif adalah menjadikan website sebagai pusat aset digital bisnis, sementara media sosial digunakan sebagai salah satu saluran untuk menjangkau dan berinteraksi dengan audiens.
Website dapat berisi informasi yang sifatnya lebih permanen, seperti profil perusahaan, layanan, portofolio, kontak, dan artikel.
Sementara itu, media sosial dapat digunakan untuk konten yang lebih dinamis seperti aktivitas perusahaan, video pendek, promo, dokumentasi pekerjaan, edukasi singkat, atau interaksi dengan pengikut.
Sebagai contoh, perusahaan selesai mengerjakan sebuah proyek. Dokumentasi lengkap proyek dapat dimasukkan ke halaman portofolio website. Potongan foto atau videonya kemudian dipublikasikan di media sosial dengan mengarahkan audiens menuju halaman portofolio tersebut.
Dengan pola tersebut, setiap kanal mempunyai fungsi yang jelas.
Website atau Media Sosial, Mana yang Harus Didahulukan?
Jawabannya tergantung pada kondisi dan kebutuhan bisnis.
Usaha yang baru dimulai dengan anggaran terbatas dapat membangun media sosial terlebih dahulu untuk mengenalkan produk dan mendapatkan pelanggan awal.
Namun bagi perusahaan, penyedia jasa profesional, UMKM yang sedang berkembang, maupun bisnis yang ingin membangun kehadiran digital jangka panjang, website layak menjadi bagian penting dari strategi bisnis.
Terutama apabila calon pelanggan membutuhkan informasi lengkap sebelum mengambil keputusan.
Website memberikan kontrol lebih besar terhadap struktur informasi dan identitas digital bisnis, sedangkan media sosial membantu mendistribusikan informasi tersebut kepada audiens.
Kesimpulan
Jadi, website atau media sosial bukanlah pilihan yang harus dipertentangkan.
Media sosial unggul dalam membangun interaksi, menyebarkan konten, dan menjangkau audiens. Sementara website dapat berfungsi sebagai pusat informasi, membangun identitas digital, menampilkan layanan dan portofolio, serta membuka peluang mendapatkan pengunjung dari mesin pencari.
Strategi yang ideal adalah menggunakan keduanya secara terintegrasi.
Bangun media sosial untuk menjangkau dan berkomunikasi dengan audiens, lalu gunakan website sebagai tempat calon pelanggan memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai bisnis, produk, layanan, dan cara menghubungi perusahaan.
Dengan demikian, kehadiran digital bisnis tidak hanya bergantung pada satu platform dan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk dikembangkan dalam jangka panjang.