Di era digital, website bukan hanya tempat untuk menampilkan informasi perusahaan. Website juga menjadi salah satu bagian dari identitas bisnis yang dapat memengaruhi kesan pertama calon pelanggan.
Ketika seseorang menemukan sebuah perusahaan melalui Google, media sosial, iklan, atau rekomendasi teman, tidak sedikit yang kemudian mencari website resminya. Dari sinilah calon pelanggan mulai menilai apakah bisnis tersebut terlihat profesional dan dapat dipercaya.
Website dengan desain menarik memang penting, tetapi profesionalitas tidak hanya ditentukan oleh tampilan. Kecepatan, keamanan, kemudahan penggunaan hingga kelengkapan informasi juga perlu diperhatikan.
Lantas, seperti apa website bisnis yang terlihat profesional? Berikut 10 ciri yang dapat menjadi acuan.
1. Menggunakan Domain Sendiri
Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah penggunaan domain sendiri, misalnya:
namaperusahaan.com
atau:
namabisnis.co.id
Domain sendiri membuat alamat website lebih mudah dikenali sekaligus memberikan identitas yang jelas bagi perusahaan.
Nama domain sebaiknya sederhana, mudah diketik dan mempunyai hubungan dengan nama perusahaan atau merek. Hindari penggunaan karakter atau kombinasi kata yang terlalu panjang karena akan menyulitkan pelanggan mengingatnya.
Domain juga dapat digunakan untuk email perusahaan, misalnya marketing@namaperusahaan.com, sehingga komunikasi bisnis terlihat lebih profesional.
2. Desain Sesuai Identitas Bisnis
Website profesional tidak harus memiliki desain yang penuh animasi atau efek visual.
Justru desain yang sederhana, konsisten dan sesuai identitas perusahaan sering kali lebih efektif. Penggunaan warna, logo, jenis huruf, gambar dan elemen visual sebaiknya mempunyai gaya yang konsisten.
Sebagai contoh, website perusahaan konstruksi tentu dapat memiliki pendekatan desain berbeda dengan website restoran, perusahaan teknologi atau jasa konsultan.
Desain harus membantu pengunjung memahami bisnis, bukan justru membuat mereka kesulitan mencari informasi.
3. Nyaman Dibuka di Smartphone
Saat ini website tidak cukup hanya terlihat bagus melalui komputer.
Website bisnis harus menggunakan desain responsive, yaitu tampilan yang dapat menyesuaikan ukuran layar perangkat.
Ketika dibuka menggunakan smartphone, tulisan harus tetap mudah dibaca, gambar tidak keluar dari layar dan tombol dapat ditekan dengan nyaman.
Menu navigasi juga perlu disesuaikan agar pengguna tidak harus melakukan zoom hanya untuk membuka halaman tertentu.
Karena itu, pengujian tampilan mobile menjadi salah satu bagian penting sebelum website bisnis dipublikasikan.
4. Memiliki Informasi Perusahaan yang Jelas
Calon pelanggan perlu mengetahui siapa yang berada di balik sebuah website.
Website bisnis yang profesional umumnya mempunyai halaman seperti Tentang Kami atau Profil Perusahaan.
Informasi tersebut dapat menjelaskan sejarah singkat perusahaan, bidang usaha, pengalaman, visi, layanan hingga wilayah operasional.
Tidak perlu membuat profil perusahaan terlalu panjang. Informasi yang ringkas tetapi jelas justru lebih mudah dipahami.
Transparansi mengenai identitas bisnis dapat membantu calon pelanggan mendapatkan gambaran sebelum memutuskan melakukan transaksi atau menghubungi perusahaan.
5. Layanan atau Produk Mudah Ditemukan
Jangan membuat calon pelanggan harus membuka banyak halaman hanya untuk mengetahui apa yang Anda jual.
Website bisnis sebaiknya mempunyai menu khusus Produk atau Layanan yang mudah ditemukan dari navigasi utama.
Jika perusahaan mempunyai beberapa layanan, masing-masing dapat dibuatkan halaman tersendiri.
Misalnya sebuah perusahaan digital mempunyai layanan:
Pembuatan Website, SEO, Digital Marketing dan Maintenance Website.
Halaman layanan kemudian menjelaskan manfaat, ruang lingkup pekerjaan, proses dan cara mendapatkan informasi lebih lanjut.
Struktur seperti ini juga membantu mesin pencari memahami topik utama website.
6. Memiliki Portofolio atau Bukti Pekerjaan
Untuk bisnis berbasis jasa, portofolio merupakan salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Calon pelanggan biasanya ingin mengetahui pekerjaan yang pernah diselesaikan sebelum menggunakan sebuah jasa.
Portofolio dapat berisi gambar proyek, nama atau jenis pekerjaan, penjelasan singkat dan hasil yang dikerjakan.
Namun, hanya tampilkan proyek atau klien yang memang diperbolehkan untuk dipublikasikan.
Selain portofolio, bisnis juga dapat menampilkan studi kasus atau testimoni pelanggan yang autentik jika tersedia.
7. Website Cepat Saat Dibuka
Tampilan yang bagus tidak banyak membantu jika website membutuhkan waktu terlalu lama untuk menampilkan halaman.
Pengunjung dapat meninggalkan website sebelum melihat produk atau layanan yang ditawarkan.
Beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan website antara lain ukuran gambar, kualitas hosting, jumlah JavaScript, penggunaan plugin atau library yang berlebihan serta struktur kode.
Karena itu, optimasi performa harus menjadi bagian dari pengembangan website bisnis.
Gunakan gambar dengan ukuran yang sesuai, hindari script yang tidak diperlukan dan pilih infrastruktur hosting berdasarkan kebutuhan website.
8. Menggunakan HTTPS dan Sistem Keamanan
Website profesional sebaiknya sudah menggunakan HTTPS.
Pengunjung biasanya dapat mengenalinya dari alamat yang diawali .
HTTPS membantu melindungi pertukaran data antara browser pengguna dan server website melalui enkripsi.
Namun, HTTPS bukan berarti website otomatis aman dari semua ancaman. CMS, framework, plugin dan sistem server tetap perlu diperbarui serta dikonfigurasi dengan baik.
Formulir login dan halaman administrasi juga perlu mendapatkan perlindungan yang memadai.
9. Informasi Kontak Mudah Ditemukan
Setelah calon pelanggan tertarik, langkah berikutnya biasanya adalah menghubungi bisnis.
Karena itu, jangan menyembunyikan informasi kontak.
Website dapat menyediakan halaman Kontak yang berisi nomor telepon, WhatsApp, email, alamat kantor, jam operasional atau formulir kontak sesuai kebutuhan.
Tombol WhatsApp juga dapat ditempatkan pada posisi yang mudah ditemukan, terutama untuk bisnis yang sebagian besar konsultasi atau transaksinya dimulai melalui WhatsApp.
Jika perusahaan mempunyai lokasi fisik, informasi alamat dan peta juga dapat membantu pelanggan menemukan lokasi tersebut.
10. Konten Selalu Diperbarui
Website yang sudah dibuat sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pembaruan selama bertahun-tahun.
Pastikan nomor telepon, alamat, daftar layanan, profil perusahaan dan informasi penting lainnya tetap sesuai kondisi terbaru.
Bisnis juga dapat menyediakan bagian artikel untuk menerbitkan informasi yang bermanfaat bagi calon pelanggan.
Sebagai contoh, penyedia jasa website dapat membuat artikel mengenai biaya pembuatan website, manfaat website untuk bisnis, SEO, keamanan website atau tips memilih domain.
Konten yang relevan membantu pengunjung mendapatkan informasi sekaligus memperluas topik yang dapat ditemukan melalui mesin pencari.
Website Profesional Tidak Hanya Soal Tampilan
Membangun website bisnis yang profesional berarti memperhatikan keseluruhan pengalaman pengunjung.
Domain sendiri, desain yang konsisten, tampilan responsive, informasi perusahaan, layanan, portofolio, performa, keamanan, kontak dan konten merupakan bagian yang saling melengkapi.
Website yang sederhana tetapi cepat, jelas dan mudah digunakan bisa lebih efektif dibandingkan website dengan banyak efek visual tetapi membingungkan pengunjung.
Pada akhirnya, tujuan utama website bisnis adalah membantu calon pelanggan mengetahui siapa Anda, memahami apa yang ditawarkan, melihat bukti pekerjaan dan mengetahui bagaimana cara menghubungi bisnis.
Jika empat hal tersebut dapat ditemukan dengan mudah, website sudah mempunyai fondasi yang baik untuk mendukung kehadiran bisnis di internet.