Mobil listrik punya karakter berkendara yang cukup berbeda dibandingkan mobil bensin atau diesel. Salah satu hal yang paling terasa adalah tidak adanya perpindahan gigi seperti pada mobil konvensional.
Jika mobil bensin biasanya memiliki transmisi 5-percepatan, 6-percepatan, CVT, atau bahkan 8-percepatan, mobil listrik justru banyak yang mengandalkan satu rasio gigi atau single-speed reduction gear.
Lantas, apakah mobil listrik sebenarnya tidak memiliki transmisi? Jawabannya tidak sesederhana itu. Mobil listrik tetap memiliki sistem reduksi untuk meneruskan tenaga motor ke roda, tetapi tidak membutuhkan banyak tingkat rasio seperti mesin pembakaran internal.
Penyebab Mayoritas Mobil Listrik Tidak Punya Banyak Gigi
1. Motor listrik punya karakter tenaga yang berbeda
Alasan utama mobil listrik tidak membutuhkan banyak gigi adalah karakter motor listrik itu sendiri.
Motor listrik mampu menghasilkan torsi sejak putaran sangat rendah. Ketika pedal akselerator diinjak, motor dapat langsung memberikan gaya putar ke roda tanpa harus menunggu putaran mesin naik terlebih dahulu.
Kondisi ini berbeda dengan mesin bensin atau diesel. Mesin pembakaran internal mempunyai rentang kerja tertentu agar tenaga dan efisiensinya optimal. Karena itu, transmisi diperlukan untuk mengubah rasio antara putaran mesin dan roda.
Pada mobil listrik, kebutuhan tersebut jauh lebih kecil karena motor mempunyai rentang operasi yang luas.
2. Tidak perlu gigi 1, 2, 3, dan seterusnya
Pada mobil konvensional, gigi rendah digunakan untuk membantu kendaraan bergerak dari kondisi diam. Setelah kecepatannya meningkat, transmisi berpindah ke gigi yang lebih tinggi agar putaran mesin tetap berada pada rentang yang sesuai.
Mobil listrik dapat menyederhanakan proses tersebut.